Erick Thohir Beri Kabar Buruk soal Ole Romeny

Erick Thohir Beri Kabar Buruk soal Ole Romeny

Oleh Romeny segera gabung Timnas Indonesia-X-

JAKARTA,Sportszone.id - Ketua umum PSSI sekaligus pemegang saham Oxford United, Erick Thohir memberi kabar buruk soal Ole Romeny. Dia mengatakan penyerang timnas Indonesia Ole Romeny harus menjalani operasi.

Pemain sepak bola yang menjalani operasi harus menjalani istirahat yang cukup lama Gelandang Real Madrid Jude Bellingham misalnya diprediksi bakal absen sampai Oktober kalau menjalani operasi bahu sekarang. 

Romeny, yang juga merupakan penyerang Oxford, mengalami cedera akibat ditekel pemain Arema FC, Paulinho Moccelin, saat bermain di ajang Piala Presiden 2025.

"Ole Romeny sudah dicek dengan tim kedokteran Oxford, lalu sekarang sedang konsultasi dengan tim kedokteran tim nasional di Belanda. Sepertinya sudah diputuskan Ole akan menjalankan operasi hari Kamis. Jadi recovery-nya cukup panjang," kata Erick seperti dikutip sportszone dari antara. 

Erick menyadari bahwa absennya Ole akan menjadi kehilangan bagi timnas Indonesia. Namun ia menilai masalah seperti ini adalah hal biasa dalam sepak bola.

BACA JUGA:Terungkap, Tujuh Brand Ikuti Tender Aparel Timnas Indonesia

BACA JUGA:Pembalap Muda Ini Bikin Tim MotoGP Sikut-Sikutan untuk Merekrutnya, Siapa Dia?

Lawan Pikiran Negatif

Dengan waktu pemulihan yang diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan, Ole hampir pasti tidak akan tampil pada laga FIFA Match Day September.

"Kami ya kembali fokus kepada persiapan tim untuk putaran 4 (kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia). Saya tahu pasti banyak pihak merasa pesimis atau saling membuat pemikiran negatif. Ya itulah sepak bola. Enggak apa-apa kita harus tetap siapkan dengan baik," ujar Erick.

"Saya tidak mau pola pikir kita selalu dibelenggu oleh pesimisme. Tapi ya kita terus bangun," lanjutnya.

Terkait kemungkinan promosi pemain muda seperti Jens Raven ke tim senior untuk mengisi kekosongan lini depan, Erick menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih.

“Nanti pelatih yang menilai. Mereka akan lihat seperti apa talenta pool yang ada dan siapa yang bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Erick menambahkan bahwa kedalaman skuad menjadi hal krusial, terutama saat menghadapi jadwal padat dan risiko cedera pemain.